Hari Pertama SAS, UPTD SMPN 13 Sinjai Terapkan Ujian Berbasis Digital Secara Penuh

Kabar Pendidikan
0

Siswa UPTD SMP Negeri 13 Sinjai mengikuti ujian Sumatif Akhir Semester (SAS) berbasis digital secara penuh, Senin (8/6/2026). 

Kabarpendidikan.net
– UPTD SMP Negeri 13 Sinjai mulai melaksanakan Sumatif Akhir Semester (SAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (8/6/2026). Pada pelaksanaan hari pertama ini, seluruh peserta didik mengikuti ujian dengan sistem berbasis digital menggunakan Chromebook sekolah dan gawai pribadi siswa.


Kepala UPTD SMPN 13 Sinjai, Hastuti, mengatakan bahwa sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan SAS berjalan lancar. Salah satunya melalui workshop penyusunan soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dengan memanfaatkan platform digital serta sosialisasi kepada siswa sebelum ujian dimulai.


“Melalui sosialisasi yang dilakukan sebelumnya, siswa dibiasakan menggunakan sistem ujian online sehingga lebih siap saat mengikuti SAS,” ujarnya.


Menurut Hastuti, sekolah juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap perangkat yang digunakan selama ujian, termasuk memastikan Chromebook dalam kondisi optimal dan membagi kapasitas jaringan internet pada setiap ruang kelas agar koneksi tetap stabil.


Pelaksanaan SAS berbasis digital dipilih karena dinilai lebih efisien, mempercepat proses pengolahan nilai, serta mendukung peningkatan literasi digital peserta didik. Selain itu, penggunaan sistem digital juga menjadi bentuk pemanfaatan optimal bantuan Chromebook yang tersedia di sekolah.


Untuk menjamin kelancaran ujian, pihak sekolah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap kendala teknis maupun potensi kecurangan. Pengawas ruang melakukan pemantauan secara ketat selama ujian berlangsung, sementara jaringan LAN cadangan dan access point portabel disiagakan untuk mengatasi gangguan koneksi internet.


Sekolah juga menyediakan ruang ujian cadangan bagi siswa yang tidak memiliki gawai atau mengalami kerusakan perangkat saat pelaksanaan ujian. Seluruh kebutuhan akses internet peserta didik disediakan oleh sekolah melalui jaringan Wi-Fi yang tersedia di setiap ruang kelas.


Hastuti menambahkan, hasil SAS nantinya tidak hanya digunakan untuk mengukur capaian belajar siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif pada semester berikutnya.


“Melalui analisis hasil ujian secara digital, guru dapat mengetahui materi yang masih perlu diperkuat sehingga pembelajaran ke depan dapat lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (azhar) 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)