Borong 8 Juara di FTBI 2026, Bukti Siswa Spentu Sinjai Berprestasi dan Cinta Bahasa Daerah
Kabarpendidikan.net – UPTD SMP Negeri 7 Sinjai kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sekolah yang akrab disapa Spentu Sinjai ini berhasil memborong delapan gelar juara dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP se-Kecamatan Sinjai Utara Tahun 2026.
Siswa SMPN 7 Sinjai saat tampil di ajang FTBI tingkat SMP tahun Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (13/10/2026)
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar UPTD SMPN 7 Sinjai. Dari delapan gelar yang diraih, enam di antaranya merupakan juara pertama, satu juara kedua, dan satu juara ketiga. Hasil ini menunjukkan kemampuan dan semangat para siswa dalam mengembangkan bakat sekaligus melestarikan bahasa daerah.
Pada cabang lomba pidato, Syeh Zahran Ar Zalif berhasil meraih Juara I Pidato Putra dan A. Sitti Raniyah Naisya meraih Juara I Pidato Putri. Sementara pada cabang mendongeng, Andi Nurul Qurrata'ayyun berhasil meraih Juara I Mendongeng Putri dan Muh. Alif Jibran meraih Juara II Mendongeng Putra.
Prestasi lainnya diraih Muhammad Alif sebagai Juara I Stand Up Comedy Putra dan Nurinriani sebagai Juara I Stand Up Comedy Putri. Pada cabang lomba cerpen, Muhammad Rezky Hidayat berhasil meraih Juara I Cerpen Putra, sedangkan A. Khalliah Ahmad meraih Juara III Cerpen Putri.
Kepala UPTD SMPN 7 Sinjai, H. Nahiruddin, S.Pd., M.M menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas keberhasilan para siswanya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, bimbingan guru, serta dukungan seluruh warga sekolah.
"Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih anak-anak kami. Keberhasilan memborong delapan gelar juara ini menjadi bukti bahwa siswa UPTD SMPN 7 Sinjai memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berkarya, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya," ungkap H. Nahiruddin.
Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam Festival Tunas Bahasa Ibu bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah sejak dini.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak semakin mencintai bahasa ibu dan bangga terhadap budaya daerahnya. Kami berharap mereka tidak hanya menjadi siswa yang berprestasi, tetapi juga menjadi generasi yang mampu menjaga dan melestarikan bahasa daerah agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman," tambahnya.
Di balik keberhasilan memborong delapan gelar juara tersebut, tersimpan pengalaman berharga dan kesan mendalam bagi para siswa Spentu Sinjai yang mengikuti FTBI 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi tempat menguji kemampuan, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam membangun keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempererat persahabatan antarpelajar.
Dalam kesan dan pesan yang disampaikan dari UPTD SMPN 7 Sinjai, salah seorang peserta mengungkapkan bahwa mengikuti FTBI 2026 merupakan pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan. Rasa gugup yang awalnya muncul perlahan berubah menjadi keberanian berkat suasana festival yang meriah serta dukungan guru, teman-teman, dan dewan juri.
"Mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 adalah pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan bagi saya. Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa ibu. Awalnya saya merasa gugup, tetapi berkat dukungan guru, teman-teman, dan suasana festival yang meriah, saya menjadi lebih percaya diri," ungkap peserta tersebut.
Menurutnya, FTBI memberikan pembelajaran yang jauh lebih luas daripada sekadar mengikuti perlombaan. Melalui kegiatan ini, para peserta semakin memahami pentingnya mencintai dan menghargai bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa.
"Melalui FTBI, saya tidak hanya belajar tentang perlombaan, tetapi juga belajar mencintai dan menghargai bahasa daerah sendiri sebagai identitas dan jati diri. Saya juga senang bisa bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai sekolah yang memiliki semangat yang sama untuk melestarikan budaya," lanjutnya.
Peserta tersebut juga berharap Festival Tunas Bahasa Ibu terus diselenggarakan setiap tahun dengan kegiatan yang semakin meriah dan inovatif sehingga mampu menjangkau lebih banyak generasi muda.
"Harapan saya, FTBI terus dilaksanakan setiap tahun. Untuk teman-teman semua, jangan pernah malu menggunakan bahasa daerah kita. Mari kita jaga, kita lestarikan, dan kita banggakan bahasa ibu agar tidak punah. Bahasa daerah adalah warisan budaya yang harus terus hidup dari generasi ke generasi," pesannya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia penyelenggara, guru pembina, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai yang telah memberikan ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menunjukkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.
Sementara itu, H. Nahiruddin turut menyampaikan apresiasi kepada guru pembina FTBI, Nurlisa Santi, S.Pd., Gr., dan Mutmainnah R., S.Pd., Gr., yang telah mendampingi dan membimbing para siswa hingga berhasil meraih prestasi membanggakan.
"Terima kasih kepada para guru pembina yang telah bekerja keras mempersiapkan siswa mengikuti perlombaan ini. Kami berharap prestasi yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Jangan cepat berpuas diri, teruslah belajar dan berlatih agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi," pesannya.
Keberhasilan ini semakin menambah deretan prestasi UPTD SMPN 7 Sinjai dalam berbagai bidang. Pihak sekolah berharap pencapaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Lebih dari sekadar memborong delapan gelar juara, keberhasilan Spentu Sinjai pada FTBI 2026 menjadi bukti bahwa prestasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Melalui semangat generasi muda yang berani tampil, berkarya, dan bangga menggunakan bahasa daerah, UPTD SMPN 7 Sinjai terus menunjukkan komitmennya dalam melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap warisan budaya daerah. (tya)