Torehkan Empat Prestasi di FTBI Tingkat SD 2026, SDN 113 Balle Siap Unjuk Kemampuan di Tingkat Kabupaten Sinjai
Kabarpendidikan.net -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SD Negeri No. 113 Balle dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Sinjai Utara Tahun 2026 yang digelar pada Senin (12/10/2026). Sekolah ini berhasil meraih empat gelar juara sekaligus, membuktikan kemampuan dan kreativitas peserta didiknya dalam mengembangkan bahasa serta budaya daerah.
Siswa SDN 113 Balle meraih empat gelar juara di ajang FTBI tingkat Sinjai Utara tahun 2026, Selasa (13/10/2026)
Dalam ajang tersebut, SDN 113 Balle mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk mengikuti empat cabang perlombaan, yakni menulis cerpen, pidato, mendongeng, dan komedi tunggal (stand-up comedy) berbahasa Bugis.
Hasilnya, peserta didik SDN 113 Balle sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara I Lomba Pidato Berbahasa Bugis kategori putra, Juara I Lomba Komedi Tunggal Berbahasa Bugis kategori putra, Juara II Lomba Mendongeng Berbahasa Bugis kategori putri, serta Juara II Lomba Menulis Cerpen Berbahasa Bugis kategori putri.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN 113 Balle. Terlebih, dua peserta didik yang berhasil meraih juara pertama akan melanjutkan perjuangan sebagai wakil Kecamatan Sinjai Utara pada FTBI Tingkat SD se-Kabupaten Sinjai.
Kepala SDN 113 Balle, Muhammad Ramli, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian peserta didiknya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari semangat belajar, keberanian tampil, serta kerja keras peserta didik yang didukung oleh para guru pembina dan orang tua.
"Harapan kami, khususnya para guru, orang tua, dan segenap siswa, semoga di jenjang selanjutnya ananda dapat terus berprestasi dan dapat membawa nama baik sekolah," ujar Muhammad Ramli.
Lebih lanjut, Muhammad Ramli menegaskan bahwa keikutsertaan dalam FTBI bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menjaga kelestarian bahasa ibu sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Bugis sejak dini.
"FTBI adalah ajang yang sangat strategis untuk menumbuhkembangkan literasi, karakter, budaya, dan kearifan lokal siswa. Lebih penting lagi, semoga para siswa dapat membudayakan dan mengejawantahkan falsafah-falsafah Bugis dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Melalui pencapaian ini, SDN 113 Balle berharap semangat berprestasi terus tumbuh di kalangan peserta didik. Sekolah juga berkomitmen memberikan dukungan dan pembinaan agar para wakilnya mampu tampil maksimal pada kompetisi tingkat kabupaten.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa daerah dapat berjalan seiring dengan pengembangan bakat, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik. SDN 113 Balle optimistis dapat terus melahirkan generasi berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bangga terhadap bahasa, budaya, dan kearifan lokal daerahnya. (tya)