Dua Prestasi Membanggakan di FTBI 2026, SDN 4 Balangnipa Bersinar Lewat Dongeng dan Cerpen Bahasa Bugis
![]() |
| Dua siswa SDN 4 Balangnipa meraih juara III lomba mendongeng dan menulis cerita pendek bahasa bugis FTBI Sinjai Utara, Selasa (13/10/2026) |
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Oktober 2026, di SD Negeri No. 1 Balangnipa tersebut menjadi wadah bagi peserta didik dari berbagai sekolah dasar se-Kecamatan Sinjai Utara untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan kemampuan berbahasa daerah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya Bugis.
Dalam ajang tersebut, SD Negeri 4 Balangnipa berhasil meraih Juara III Lomba Mendongeng Bahasa Daerah Putri serta Juara III Lomba Menulis Cerpen Bahasa Daerah. Dua prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar sekolah sekaligus menunjukkan potensi peserta didik dalam bidang bahasa dan sastra daerah.
Kepala SD Negeri 4 Balangnipa, H. Kamaruddin, S.Pd., M.M menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan peserta didiknya yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam kompetisi tersebut.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang berhasil diraih anak-anak kami. Dua gelar juara ini menjadi bukti bahwa peserta didik SD Negeri 4 Balangnipa memiliki potensi dan kreativitas yang patut terus dikembangkan. Prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang keberanian, kerja keras, dan kecintaan terhadap bahasa daerah," ungkapnya.
Menurutnya, FTBI memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, khususnya sebagai sarana menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Bugis sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya dituntut untuk berkompetisi, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam bahasa ibu.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan mendongeng dan menulis cerpen menggunakan bahasa Bugis merupakan bagian dari upaya mengembangkan keterampilan berbahasa, daya imajinasi, kreativitas, serta keberanian peserta didik dalam menyampaikan gagasan.
"Melalui lomba mendongeng, anak-anak belajar tampil percaya diri dan menyampaikan pesan melalui cerita. Sementara melalui lomba menulis cerpen, mereka dilatih untuk menuangkan ide, mengembangkan imajinasi, dan menghasilkan karya sastra menggunakan bahasa daerah. Inilah nilai pendidikan yang sangat penting dari pelaksanaan FTBI," jelasnya.
Lebih lanjut, H. Kamaruddin menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran muatan lokal, khususnya bahasa Bugis, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minatnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang telah memberikan pendampingan, arahan, dan motivasi kepada peserta didik hingga mampu meraih prestasi dalam ajang tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru pembimbing yang telah bekerja keras mendampingi anak-anak. Kepada peserta didik yang berhasil meraih juara, jangan cepat berpuas diri. Teruslah belajar, berlatih, dan tingkatkan kemampuan. Jadikan prestasi ini sebagai penyemangat untuk meraih keberhasilan yang lebih tinggi," pesannya.
Selain itu, pihak sekolah turut mengapresiasi penyelenggara, panitia pelaksana, serta Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sinjai Utara yang telah menghadirkan ruang kompetisi positif bagi peserta didik melalui FTBI 2026.
H. Kamaruddin berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa daerah sekaligus melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kebanggaan terhadap identitas budayanya.
"Harapan kami, anak-anak tidak hanya mampu menggunakan bahasa Bugis saat mengikuti perlombaan, tetapi juga bangga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai generasi muda kehilangan jati diri dan melupakan bahasa ibu di tengah perkembangan zaman," harapnya.
Keberhasilan SD Negeri 4 Balangnipa meraih dua gelar juara dalam FTBI 2026 menjadi bukti bahwa semangat berprestasi dapat berjalan beriringan dengan upaya melestarikan budaya daerah. Melalui dongeng dan karya sastra berbahasa Bugis, sekolah ini terus mendorong lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, percaya diri, dan bangga terhadap warisan budaya leluhur. (tya)
