Dukung Pelestarian Bahasa Ibu, Delapan Siswa SDN 250 Maroanging Unjuk Bakat di FTBI 2026
Kabarpendidikan.net -- Bahasa ibu bukan sekadar warisan tutur dari generasi ke generasi, tetapi juga identitas budaya yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. Semangat inilah yang dibawa delapan siswa SDN 250 Maroanging saat tampil dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 yang berlangsung di SDN 187 Maccini, Senin, 12 Oktober 2026.
Siswa SDN 250 Maroanging mengikuti kegiatan FTBI 2026, Senin (12/10/2026)
Dengan membawa semangat melestarikan bahasa dan budaya daerah, para siswa mengikuti sejumlah cabang lomba yang mengasah kemampuan berbahasa, kreativitas, keberanian tampil, serta kecintaan terhadap sastra dan tradisi lokal. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk merawat kekayaan bahasa ibu sejak dini.
Sebanyak delapan siswa SDN 250 Maroanging berpartisipasi dalam empat kategori lomba, yaitu menulis cerpen, mendongeng, komedi tunggal, dan pidato.
Adapun siswa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Afif Akhwal Mushaddiq dan Adira Azzahra lomba menulis cerpen, Atha Hafizi Alfarezi dan Selvi Navila lomba mendongeng, M. Raehansyah dan Amelia Hasyim lomba komedi tunggal, dan Muh. Faiz dan Mutmainnah lomba pidato.
Kepala SDN 250 Maroanging, Ashar, S.Pd memberikan dukungan penuh kepada para siswa yang mengikuti FTBI 2026. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa dan budaya daerah.
“Kami berharap anak-anak tampil dengan penuh semangat dan percaya diri. Jadikan FTBI bukan sekadar ajang meraih prestasi, tetapi juga langkah untuk mencintai dan menjaga bahasa ibu sebagai warisan budaya. Teruslah belajar, berkarya, dan bangga dengan bahasa daerah karena bahasa adalah identitas yang harus kita wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Ashar, S.Pd.
Ia juga berharap pengalaman mengikuti festival tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan berani berkompetisi secara sehat.
“Kami berharap anak-anak dapat memberikan penampilan terbaik. Apa pun hasilnya nanti, kami tetap bangga karena mereka telah berani mengambil bagian dalam upaya melestarikan bahasa ibu,” tambahnya.
Keikutsertaan SDN 250 Maroanging dalam FTBI 2026 menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan bakat peserta didik sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa ibu. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan bahasa dan budaya daerah tetap hidup, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (yaya)