FTBI di Kecamatan Tellulimpoe Berlangsung Meriah, Tanamkan Kecintaan Generasi Muda terhadap Bahasa Daerah

FTBI di Kecamatan Tellulimpoe berlangsung meriah, Selasa (13/10/2026)
Kabarpendidikan.net -- Pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Kecamatan Tellulimpoe berlangsung meriah dan penuh antusiasme, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para siswa yang menunjukkan semangat tinggi dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Bugis sebagai salah satu warisan budaya suku Bugis yang memiliki nilai sejarah dan identitas tersendiri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Tellulimpoe, pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta kepala sekolah. Kehadiran para pemangku kepentingan di bidang pendidikan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan keterlibatan para siswa yang tampil penuh percaya diri dan antusias mengikuti rangkaian festival. Semangat tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga dan mempertahankan bahasa ibu di tengah perkembangan zaman.

Ketua Panitia FTBI Kecamatan Tellulimpoe, Hafidah, S.Pd., M.Pd yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 142 Borong Ampirie, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa daerah, khususnya bahasa Bugis.

Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian penting dari identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, melalui kegiatan FTBI, para siswa diharapkan semakin mengenal, mencintai, serta memiliki kebanggaan dalam menggunakan bahasa Bugis.

Pelaksanaan festival ini juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan keberanian dalam menampilkan kemampuan berbahasa daerah. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran sekolah dalam membangun karakter generasi muda yang menghargai nilai-nilai budaya lokal.

"FTBI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya. Melalui kegiatan ini, bahasa Bugis diharapkan tetap hidup, berkembang, dan terus digunakan oleh generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang patut dibanggakan," bebernya.

Dengan dukungan seluruh unsur pendidikan di Kecamatan Tellulimpoe, pelaksanaan FTBI diharapkan dapat menjadi agenda yang berkelanjutan dalam memperkuat kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal bagi generasi mendatang. (amar)