SDN 30 Tongke-Tongke Gelar Pelatihan Strategi Peningkatan Mutu Rapor Pendidikan
Kabarpendidikan.net -- SDN 30 Tongke-Tongke menggelar kegiatan pelatihan bertajuk “Strategi Peningkatan Mutu Rapor Pendidikan” sebagai upaya memperkuat kualitas pengelolaan sekolah dan meningkatkan mutu pembelajaran. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para guru untuk memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar evaluasi dan perencanaan program peningkatan mutu sekolah.
SDN 30 Tongke-Tongke menggelar pelatihan peningkatan mutu rapor pendidikan, Selasa (13/10/2026)
Pelatihan tersebut menghadirkan Rustan, S.Pd., M.Pd, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, sebagai pemateri. Sementara itu, kegiatan ini dipimpin oleh Kepala SDN 30 Tongke-Tongke, Muh. Qadri, S.Pd yang menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Dalam arahannya, Muh. Qadri berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta menggali pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan bahwa terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan mutu rapor pendidikan.
Pertama, memahami data rapor pendidikan. Para guru dan pihak sekolah perlu mengetahui indikator capaian yang sudah baik serta aspek-aspek yang masih membutuhkan perhatian dan perbaikan. Pemahaman terhadap data tersebut menjadi langkah awal untuk menentukan strategi peningkatan mutu pendidikan secara tepat sasaran.
Kedua, menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perencanaan. Setiap program peningkatan mutu sekolah hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan nyata dan kondisi yang dihadapi satuan pendidikan, bukan sekadar menjalankan rutinitas atau memenuhi kelengkapan administrasi.
Ketiga, mewujudkan tindak lanjut yang nyata. Hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan diskusi dan penyampaian materi, tetapi benar-benar diimplementasikan melalui perbaikan proses pembelajaran, pengembangan program sekolah, serta berbagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Lebih lanjut, Muh. Qadri mengajak seluruh guru untuk membangun budaya refleksi dan kolaborasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan, kemauan berbagi praktik baik, serta kemampuan bekerja sama dalam mencari solusi merupakan bagian penting dari upaya menghadapi berbagai tantangan pembelajaran.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi terutama dari perubahan positif yang dirasakan oleh peserta didik.
“Peserta didik harus mendapatkan pembelajaran yang berkualitas, memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing,” demikian penekanan yang disampaikan dalam arahannya.
Pada kesempatan tersebut, ia berharap pelatihan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Profesionalisme, tanggung jawab, dan semangat pengabdian para pendidik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Mengakhiri arahannya, Muh. Qadri secara resmi membuka kegiatan pelatihan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan SDN 30 Tongke-Tongke.
Melalui pelatihan ini, SDN 30 Tongke-Tongke diharapkan semakin optimal dalam memanfaatkan Rapor Pendidikan sebagai instrumen refleksi dan evaluasi, sekaligus sebagai pijakan dalam merancang program perbaikan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Semangat bergerak bersama, berbenah bersama, dan meningkatkan mutu pendidikan bersama menjadi pesan utama yang diharapkan dapat diwujudkan melalui langkah nyata seluruh pendidik demi masa depan peserta didik yang lebih baik. (amar)